Tips Memulai Memulai Bisnis Kuliner Ayam bakar

Ayam bakar merupakan makanan yang familiar dan banyak disukai oleh masyarakat Indonesia. Terbukti banyak para pedagang menjajakan makanan dari jenis ayam, baik ayam bakar maupun ayam goreng. Bisnis kuliner ayam bakar tetap menjanjikan walaupun sudah banyak orang membuka warung, baik rumah makan maupun warung tenda.

Tips Memulai Memulai Bisnis Kuliner Ayam bakar

Jenis jenis untuk olahan dari ayam bakar masih terbilang banyak sehingga masih ada peluang asalkan kita cerdik dan memperhatikan beberapa hal. Salah satu masakan ayam bakar adalah ayam bakar madu. Beberapa waktu yang lalu, usaha ayam bakar madu ini sempat populer di tengah masyarakat. 
Beberapa hal yang perlu diperhatikan saat kita mau  memulai bisnis ayam bakar adalah sebagai berikut :

1. Perhatikan produk yang akan dijual
Meski ayam bakar banyak disukai oleh masyarakat umum, namun kenyataanya mereka lebih memilih untuk membeli menu ayam bakar daripada harus mengolah sendiri. Ini menjadi peluang! Meski warung ayam bakar telah banyak bertebaran, namun tetap saja Anda memiliki peluang. 

Beberapa jenis olahan dari ayam yang bisa dijual di warung makan atau warung tenda adalah ayam bakar paniki, ayam bakar taliwang, ayam bakar mentega, ayam bakar madu, ayam bakar geprek, dan masih banyak olahan lainnya.

Dari beberapa olahan ayam bakar tersebut, beberapa hal terpenting adalah ciri khas dari bumbu olahan pada ayam dan bumbu sambalnya. 

2. Lokasi usaha
Perhatikan lokasi usaha. Pilihlah tempat yang banyak dilewati kendaraan bermotor. Misal bisa memilih tempat di persimpangan jalan yang ramai di lalui motor atau mobil. Perhatikan tempat, jika Anda akan memilih membuka warung tenda. Sebaiknya memiliki tempat untuk parkir motor atau mobil yang nyaman. Tidak harus besar, namun motor dapat parkir dengan nyaman tanpa mengganggu lalu lintas jalan.

3. Persiapkan perlengkapan dan pilih karyawan yang terpercaya
Beberapa perlengkapan yang dibutuhkan didalam membuka usaha ayam bakar seperti peralatan dapur berupa panci, alat pemanggang, gerobak atau tempat etalase, meja, kursi dan lain sebagainya.

Untuk karyawan, pilihlah 1 orang terlebih dahulu karena disini kita baru akan memulai bisnis warung ayam bakar. Jika nantinya kita memiliki palanggan yang banyak bisa ditambah lagi karyawannya dengan menyesuaikan kebutuhan.

4. Tetapkan harga yang bersahabat
Untuk mengetahui harga yang lebih bersahabat sehingga para pembeli tidak “syok” saat mau membayar, sebaiknya perlu melakukan survey harga di beberapa warung ayam bakar. Dengan begini kita akan mengetahui harga pasar dan dapat melakukan perhitungan untung – rugi dari penjualan ayam bakar kita. Untuk masing masing daerah tentu saja berbeda.

5. Lakukan promosi
Promosi sangat penting untuk mendapatkan pelanggan sebanyak - banyaknya. Jika kita sudah memiliki produk olahan ayam bakar yang lezat dengan harga yang bersahabat maka kita dapat mempromosikan produk kita ke beberapa kantor saat jam makan siang. Kita tawarkan untuk membeli ayam bakar kita. Kasihlah harga promo atau harga yang lebih murah, namun kita masih tetap mendapat untung.

Beberapa hal yang kita lakukan untuk tempat atau warung makan kita, bisa dipasang spanduk yang menarik dan mudah dibaca oleh orang yang lewat. Buatlah ciri khas dengan nama yang pendek dan mudah diingat. Menu olahan ayam bakar dengan aroma yang enak juga menjadi daya tarik tersendiri. Saat ayam di bakar, jika aroma yang dihasilkan tercium enak, maka bukan tidak mungkin pengunjung akan tertarik dengan ayam bakar olahan dari Anda.

Dalam melakukan usaha warung ayam bakar tersebut, tentunya tidak lupa dari resiko. Misalnya bahan baku yang sedang naik sehingga akan terasa sulit untuk tidak menaikkan harga. Dampaknya konsumen akan berpikir dua kali untuk membeli ayam bakar. 

Beberapa isu seperti flu burung, ayam glongongan juga menjadi tantangan tersendiri dalam bisnis kuliner ayam bakar. Namun sekali lagi dengan adanya informasi kepada konsumsen melalui spanduk dan poster maka akan lebih mendapatkan kepercayaan pada para konsumen.